KAJIAN KITAB FATHUL BAARI. IBNU HAJAR AL ASQALANIY.
BAB FIRMAN ALLAH TA'ALA : PARA MALAIKAT DAN JIBRIL NAIK KEPADANYA, DAN FIRMAN ALLAH TA'ALA : NAIK KEPADANYA PERKATAAN YG BAIK.
بسم الله الرحمن الرحيم
Al Hafidz Ibnu Hajar menukil penjelasan Imam Baihaqi tentang maksud kedua ayat tersebut :
ﻗﺎﻝ اﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ﺻﻌﻮﺩ اﻟﻜﻼﻡ اﻟﻄﻴﺐ ﻭاﻟﺼﺪﻗﺔ اﻟﻄﻴﺒﺔ ﻋﺒﺎﺭﺓ ﻋﻦ اﻟﻘﺒﻮﻝ
Telah berkata al baihaqiy : naik perkataan yg baik dan shadaqah yg baik adalah ibarot dari diterimanya amalan
ﻭﻋﺮﻭﺝ اﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﻫﻮ ﺇﻟﻰ ﻣﻨﺎﺯﻟﻬﻢ ﻓﻲ اﻟﺴﻤﺎء
Dan naik para malaikat adalah menuju tempat tempat mereka dilangit
ﻭﺃﻣﺎ ﻣﺎ ﻭﻗﻊ ﻣﻦ اﻟﺘﻌﺒﻴﺮ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﺑﻘﻮﻟﻪ ﺇﻟﻰ اﻟﻠﻪ ﻓﻬﻮ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺗﻘﺪﻡ ﻋﻦ اﻟﺴﻠﻒ ﻓﻲ اﻟﺘﻔﻮﻳﺾ ﻭﻋﻦ اﻷﺋﻤﺔ ﺑﻌﺪﻫﻢ ﻓﻲ اﻟﺘﺄﻭﻳﻞ
dan adapun apa apa yg terjadi dari penggunaan ibarot didalam yg demikian itu dengan firman Nya : " menuju kepada Nya", maka yg demikian sebagaimana penjelasan sebelumnya, dari salaf di dalam tafwidh dan dari imam imam sesudah mereka didalam takwil.
Ketahuilah !! Oleh krn itu Imam Bukhari diakhir bab tersebut menuliskan hadits tentang orang yg pandai baca al quran tapi tidak melewati batas kerongkongan.
Ibnu Hajar menjelaskan dengan menukil qoul ibnu bathal :
ﻏﺮﺽ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻓﻲ ﻫﺬا اﻟﺒﺎﺏ اﻟﺮﺩ ﻋﻠﻰ اﻟﺠﻬﻤﻴﺔ اﻟﻤﺠﺴﻤﺔ ﻓﻲ ﺗﻌﻠﻘﻬﺎ ﺑﻬﺬﻩ اﻟﻈﻮاﻫﺮ ﻭﻗﺪ ﺗﻘﺮﺭ ﺃﻥ اﻟﻠﻪ ﻟﻴﺲ ﺑﺠﺴﻢ ﻓﻼ ﻳﺤﺘﺎﺝ ﺇﻟﻰ ﻣﻜﺎﻥ ﻳﺴﺘﻘﺮ ﻓﻴﻪ
Tujuan imam bukhari didalam bab ini adalah membantah jahmiyah mujassimah didalam ketergantungannya dengan dzohir-dzohir ayat ini. Telah ditetapkan sesungguhnya Allah bukanlah jisim maka tidak butuh tempat, menetap di dalamnya.
Selain itu imam bukhari menuliskan hadits yg berisi sabda nabi saw dengan redaksi ﺭﺏ اﻟﻌﺮﺵ (Allah yg mengurus arsy), seolah olah imam bukhari ingin menjelaskan bahwa arsy adalah mahluk allah yg allah kuasai dan allah urus, bukan utk ditempati atau berada di atasnya. Sebagaimana Ibnu Hajar menukil penjelasan Ibnu munir :
ﻗﺎﻝ ﺑﻦ اﻟﻤﻨﻴﺮ ﺟﻤﻴﻊ اﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ اﻟﺘﺮﺟﻤﺔ ﻣﻄﺎﺑﻘﺔ ﻟﻬﺎ اﻻ ﺣﺪﻳﺚ ﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﻓﻠﻴﺲ ﻓﻴﻪ ﺇﻻ ﻗﻮﻟﻪ ﺭﺏ اﻟﻌﺮﺵ
Telah berkata ibnu munir : Semua hadits hadits didalam tarjamah ini saling berkesesuaian kecuali hadits ibnu abbas, hadits ibnu abbas bukan yg saling berkesesuaian didalamnya kecuali perktaan didalam hadits nya : robbul 'arsy (yg mengurus arsy).
ﻭﻣﻄﺎﺑﻘﺘﻪ ﻭاﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ ﻣﻦ ﺟﻬﺔ ﺃﻧﻪ ﻧﺒﻪ ﻋﻠﻰ ﺑﻄﻼﻥ ﻗﻮﻝ ﻣﻦ ﺃﺛﺒﺖ اﻟﺠﻬﺔ ﺃﺧﺬا ﻣﻦ ﻗﻮﻟﻪ ﺫﻱ اﻟﻤﻌﺎﺭﺝ
Dan kesesuaiannya wallahu a'lam adalah dari sisi sesungguhnya imam bukhari memberi peringatan atas kebathilan perkataan orang yg telah menetapkan arah mengambil dari firman Allah dzil ma'arij (yg memiliki tempat tinggi).
ﻓﻔﻬﻢ ﺃﻥ اﻟﻌﻠﻮ اﻟﻔﻮﻗﻲ ﻣﻀﺎﻑ ﺇﻟﻰ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
Telah dipahami sesungguhnya arah atas adalah yg disandarkan kepada Allah ta'ala
ﻓﺒﻴﻦ اﻟﻤﺼﻨﻒ ﺃﻥ اﻟﺠﻬﺔ اﻟﺘﻲ ﻳﺼﺪﻕ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺃﻧﻬﺎ ﺳﻤﺎء ﻭاﻟﺠﻬﺔ اﻟﺘﻲ ﻳﺼﺪﻕ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺃﻧﻬﺎ ﻋﺮﺵ ﻛﻞ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﻣﺨﻠﻮﻕ ﻣﺮﺑﻮﺏ ﻣﺤﺪﺙ
Lalu Imam bukhari menjelaskan sesungguhnya arah yg mana dinyatakan diatas langit dan arah yg mana dinyatakan di atas arsy, keduanya adalah mahluk yg diurus diciptakan
ﻭﻗﺪ ﻛﺎﻥ اﻟﻠﻪ ﻗﺒﻞ ﺫﻟﻚ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﻓﺤﺪﺛﺖ ﻫﺬﻩ اﻷﻣﻜﻨﺔ
dan Allah sudah ada sebelum adanya langit, arsy dan selainnya, lalu diciptakan tempat tempat ini
ﻭﻗﺪﻣﻪ ﻳﺤﻴﻞ ﻭﺻﻔﻪ ﺑﺎﻟﺘﺤﻴﺰ ﻓﻴﻬﺎ ﻭاﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ
dan qadimnya Allah memustahilkan mensifatinya dengan menetap diatasnya wallahu a'lam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar