ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ اﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﺤﺪ ﺃﻭ ﻳﻮﺻﻒ ﺇﻻ ﺑﻤﺎ ﻭﺻﻒ ﺑﻪ ﻧﻔﺴﻪ، ﺃﻭ ﻋﻠﻤﻪ ﺭﺳﻠﻪ ﺑﺎﻟﻤﻌﻨﻰ اﻟﺬﻱ ﺃﺭاﺩ ﺑﻼ ﻣﺜﻞ ﻭﻻ ﻛﻴﻒ {ﻟﻴﺲ ﻛﻤﺜﻠﻪ ﺷﻲء ﻭﻫﻮ اﻟﺴﻤﻴﻊ اﻟﺒﺼﻴﺮ}
[ اﻟﺸﻮﺭﻯ:11]

maha suci allah bahwasanya di batasi atau disifati kecuali dengan apa apa yg allah sifati zatnya dengan nya atau yg telah diberitahukan rasul nya, DENGAN MAKNA YANG ALLAH KEHENDAKI dengan tidak ada yg menyerupai dan tidak ada kaif, tidak ada yg menyerupainya sesuatu apapun dan dialah Allah yg maha mendengar lagi maha melihat.
Lanjut :
KAJIAN KITAB SIYAR A'LAM AN NUBALA. AL HAFIDZ ADZ DZAHABI.
Kali ini didalam biografi imam malik, adz dzahab menuturkan setiap perkataan imam malik ttg istawa, salah satunya perkataan imam malik yg mahsyur dikalangan mujassimah :
الإستواء معلوم
istawa adalah yg diketahui.
menurut mujassimah maksudnya adalah yg diketahui maknyanya, padahal imam malik tidak menjelaskan makna istawa dgn lafadz lain seperti istaqarra.
Adz dzahabi membantah perkataan mujassimah dengan penjelasannya :
قولنا في ذلك وبابه : الإقرار والإمرار وتفويض معناه

pernjelasan kami didalam yg demikian itu dan didalam babnya adalah berikrar sesuai nash, dan membiarkannya dan mentafwidh maknanya.
oleh krn itu yg sohih adalah tambahan dari al qurthubi, yaitu : maksudnya yg diketahui didalam bahasa,
dan didalam bahasa istawa memliki banyak makna, dan imam malik tidak menentukan makna yg mana.
bukan yg diketahui makna nya.
Jika dikatakan yg dimaksud adalah tafwidh kaifiyah maka yg demikian adalah bathil krn jelas adz dzahabi menyebut lafadz makna, bukan kaifiyyah. selain itu bagaimana imam malik mentantafwidh kaifiyah sedangkan beliau meyakini Allah tidak punya kaifiyah, sebagaimana perkataan imam malik :
وكيف عنه مرفوع
dan kaif dari allah ditiadakan.
kitab siyar a'lam an nubala.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar