Sabtu, 22 April 2017

KAJIAN KITAB AL MINHAJ SYARAH SOHIH MUSLIM. IMAM NAWAWI


بسم الله الرحمن الرحيم
Hadits dibawah ini dijadikan dalil oleh golongan al mujassim didalam menetapkan tangan sebagai anggota badan bagi Allah ta'ala :
حدثنا سعيد بن منصور. حدثنا يعقوب (يعني ابن عبدالرحمن). حدثني أبو حازم عن عبيدالله بن مقسم؛أنه نظر إلى عبدالله بن عمر كيف يحكي رسول الله صلى الله عليه وسلم قال "يأخذ الله عز وجل سماواته وأرضيه بيديه. فيقول: أنا الله. (ويقبض أصابعه ويبسطها) أنا الملك" حتى نظرت إلى المنبر يتحرك من أسفل شيء منه. حتى إني لأقول: أساقط هو برسول الله صلى الله عليه وسلم؟
Telah menceritakan kepada kami Sa’iid bin Manshuur : Telah menceritakan kepada kami Ya’quub (yaitu Ibnu ‘Abdirrahman) : Telah menceritakan kepadaku Abu Haazim, dari ‘Ubaidullah bin Miqsam : Bahwasannya ia melihat kepada ‘Abdullah bin ‘Umar bagaimana ia menirukan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Ia berkata : “Allah ‘azza wa jalla memegang langit-langit-Nya dan bumi-bumi-Nya dengan tangan-Nya, lalu berfirman : ‘Aku adalah Allah’ – lalu Ibnu ‘Umar menggenggam jari jemarinya dan membentangkannya - . Aku adalah Raja – hingga aku aku melihat ke mimbar bergerak/goyang di bagian bawah karena sesuatu darinya. Hingga aku pun ingin berkata : “Apakah ia telah menggantikan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam (dalam berkhutbah) ?” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 2788].

Imam nawawi didalam syarahnya menjawab perkataan bathil al mujassim tersebut :
ﻭﺃﻣﺎ ﺇﻃﻼﻕ اﻟﻴﺪﻳﻦ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﻤﺘﺄﻭﻝ ﻋﻠﻰ اﻟﻘﺪﺭﺓ
Dan adapun kemutlakan dua tangan bagi Allah ta'ala adalah yang ditakwil atas kekuasaan
 ﻭﻛﻨﻰ ﻋﻦ ﺫﻟﻚ ﺑﺎﻟﻴﺪﻳﻦ ﻷﻥ ﺃﻓﻌﺎﻟﻨﺎ ﺗﻘﻊ ﺑﺎﻟﻴﺪﻳﻦ
dan kiasaan tentang yg demikian itu dengan dua tangan, karena perbuatan-perbuatan kami terjadi dengan dua tangan.
ﻓﺨﻮﻃﺒﻨﺎ ﺑﻤﺎ ﻧﻔﻬﻤﻪ ﻟﻴﻜﻮﻥ ﺃﻭﺿﺢ ﻭﺃﻭﻛﺪ ﻓﻲ اﻟﻨﻔﻮﺱ
Maka kami diseru dengan kalimah yang mana kami memahaminya, karena yg demikian paling jelas dan paling menguatkan didalam diri.
ﻗﺎﻝ اﻟﻘﺎﺿﻲ ﻭﻓﻲ ﻫﺬا اﻟﺤﺪﻳﺚ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻟﻔﺎﻅ ﻳﻘﺒﺾ ﻭﻳﻄﻮﻱ ﻭﻳﺄﺧﺬ
Telah berkata al qadhiy : dan didalam hadits ini ada 3 lafadz : menggenggam, melipat dan memegang
ﻛﻠﻪ ﺑﻤﻌﻨﻰ اﻟﺠﻤﻊ ﻷﻥ اﻟﺴﻤﺎﻭاﺕ ﻣﺒﺴﻮﻃﺔ ﻭاﻷﺭﺿﻴﻦ ﻣﺪﺣﻮﺓ ﻭﻣﻤﺪﻭﺩﺓ
seluruhnya dengan makna menghimpun, karena langit-langit adalah yg dibentangkan dan bumi adalah yg dihamparkan dan dipanjangkan
ﺛﻢ ﻳﺮﺟﻊ ﺫﻟﻚ ﺇﻟﻰ ﻣﻌﻨﻰ اﻟﺮﻓﻊ ﻭاﻹﺯاﻟﺔ ﻭﺗﺒﺪﻳﻞ اﻷﺭﺽ ﻏﻴﺮ اﻷﺭﺽ ﻭاﻟﺴﻤﻮاﺕ
kemudian yg demikian itu merujuk kepada makna mengangkat, menghilangkan dan mengganti dgn bumi yg baru selain bumi dan langit.
ﻓﻌﺎﺩ ﻛﻠﻪ ﺇﻟﻰ ﺿﻢ ﺑﻌﻀﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺑﻌﺾ ﻭﺭﻓﻌﻬﺎ ﻭﺗﺒﺪﻳﻠﻬﺎ ﺑﻐﻴﺮﻫﺎ
Seluruhnya kembali kepada menggabungkan sebagian nya kepada sebagian yg lain dan mengangkatnya dan menggantikannya dengan selain nya.
ﻗﺎﻝ ﻭﻗﺒﺾ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﺻﺎﺑﻌﻪ ﻭﺑﺴﻄﻬﺎ ﺗﻤﺜﻴﻞ ﻟﻘﺒﺾ ﻫﺬﻩ اﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ ﻭﺟﻤﻌﻬﺎ ﺑﻌﺪ ﺑﺴﻄﻬﺎ
Telah berkata al qadhiy : Rasulullah saw menggenggam dan membentangkan jari jarinya adalah perumpamaan mahluk-mahluk ini dan menghimpunnya setelah membentangkannya
ﻭﺣﻜﺎﻳﺔ ﻟﻠﻤﺒﺴﻮﻁ ﻭاﻟﻤﻘﺒﻮﺽ ﻭﻫﻮ اﻟﺴﻤﺎﻭاﺕ ﻭاﻷﺭﺿﻮﻥ ﻻ ﺇﺷﺎﺭﺓ ﺇﻟﻰ اﻟﻘﺒﺾ ﻭاﻟﺒﺴﻂ اﻟﺬﻱ ﻫﻮ ﺻﻔﺔ اﻟﻘﺎﺑﺾ ﻭاﻟﺒﺎﺳﻂ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ
dan hikayat bagi yang dibentangkan dan yg digenggam adalah langit-langit dan bumi, bukan isyarat kepada menggenggam dan membentangkan yg mana adalah sifat Allah yg menggenggam dan yg membentangkan subhanahu wa ta'ala
 ﻭﻻ ﺗﻤﺜﻴﻞ ﻟﺼﻔﺔ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ اﻟﺴﻤﻌﻴﺔ اﻟﻤﺴﻤﺎﺓ ﺑﺎﻟﻴﺪ اﻟﺘﻲ ﻟﻴﺴﺖ ﺑﺠﺎﺭﺣﺔ
dan tidak ada perumpamaan bagi sifat Allah ta'ala yg terdengar dengan nama al yad yg mana bukan anggota badan.
kitab al minhaj. syarah sohih muslim.

Walhasil, kita tidak perlu khawatir lagi akan syubhat golongan mujassimah, krn para ulama ahlussunnah sudah menulis jawaban bagi syubhat mereka didalam kitab kitabnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar