KAJIAN KITAB AL MINHAJ SYARAH SOHIH MUSLIM. IMAM NAWAWI.
kali ini membahas takwil ulama salaf, sehingga membantah perkataan mujassimah yg mengatakan ulama salaf tidak ada yg mentakwil.
ﻗﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻨﺰﻝ ﺭﺑﻨﺎ ﻛﻞ ﻟﻴﻠﺔ ﺇﻟﻰ اﻟﺴﻤﺎء اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻓﻴﻘﻮﻝ ﻣﻦ ﻳﺪﻋﻮﻧﻲ ﻓﺄﺳﺘﺠﻴﺐ ﻟﻪ
sabda nabi saw : turun rabb kami setiap malam ke langit dunia, lalu berkata : brg siapa yg berdoa kepada ku maka akan aku kabulkan.
ﻫﺬا اﻟﺤﺪﻳﺚ ﻣﻦ ﺃﺣﺎﺩﻳﺚ اﻟﺼﻔﺎﺕ ﻭﻓﻴﻪ ﻣﺬﻫﺒﺎﻥ ﻣﺸﻬﻮﺭاﻥ ﻟﻠﻌﻠﻤﺎء
Hadits ini adalah sebagian dari hadits hadits sifat, dan didalalnya ada dua jalan yg ditempuh yang sudah mahsyur bagi para ulama.
ﺳﺒﻖ ﺇﻳﻀﺎﺣﻬﻤﺎ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ اﻹﻳﻤﺎﻥ
telah mendahului penjelasan keduanya didalam kitab iman.
ﻭﻣﺨﺘﺼﺮﻫﻤﺎ
dan ringkasan keduanya adalah :
ﺃﻥ ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ ﻭﻫﻮ ﻣﺬﻫﺐ ﺟﻤﻬﻮﺭ اﻟﺴﻠﻒ ﻭﺑﻌﺾ اﻟﻤﺘﻜﻠﻤﻴﻦ ﺃﻧﻪ ﻳﺆﻣﻦ ﺑﺄﻧﻬﺎ ﺣﻖ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻳﻠﻴﻖ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
yg pertama adalah jalan yg ditempuh jumhur salaf dan sebagian dari ahli kalam, yaitu : beriman sesungguhnya yg demikian adalah benar berdasarkan makna yg layak bagi allah ta'ala
ﻭﺃﻥ ﻇﺎﻫﺮﻫﺎ اﻟﻤﺘﻌﺎﺭﻑ ﻓﻲ ﺣﻘﻨﺎ ﻏﻴﺮ ﻣﺮاﺩ
dan sesungguhnya makna dzohirnya yg dikenal didalam hak kami bukanlah yg dimaksud
ﻭﻻ ﻳﺘﻜﻠﻢ ﻓﻲ ﺗﺄﻭﻳﻠﻬﺎ ﻣﻊ اﻋﺘﻘﺎﺩ ﺗﻨﺰﻳﻪ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﻦ ﺻﻔﺎﺕ اﻟﻤﺨﻠﻮﻕ ﻭﻋﻦ اﻻﻧﺘﻘﺎﻝ ﻭاﻟﺤﺮﻛﺎﺕ ﻭﺳﺎﺋﺮ ﺳﻤﺎﺕ اﻟﺨﻠﻖ
dan tidak berkata didalam takwilnya, disertai keyakinan mensucikan Allah ta'ala dari sifat-sifat mahluk dan dari berpindah, bergerak dan tanda-tanda mahluk lainnya.
ﻭاﻟﺜﺎﻧﻲ ﻣﺬﻫﺐ ﺃﻛﺜﺮاﻟﻤﺘﻜﻠﻤﻴﻦ ﻭﺟﻤﺎﻋﺎﺕ ﻣﻦ اﻟﺴﻠﻒ ﻭﻫﻮ ﻣﺤﻜﻲ ﻫﻨﺎ ﻋﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﻭاﻷﻭﺯاﻋﻲ ﺃﻧﻬﺎ ﺗﺘﺄﻭﻝ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻳﻠﻴﻖ ﺑﻬﺎ بحسب مواطنها
dan yg kedua adalah jalan yg ditempuh mayoritas ahli kalam dan beberapa jama'ah dari salaf, yg demikian adalah yg dihikayatkan disana dari imam malik dan al 'auza'iy, yaitu mentakwilnya dengan makna yg layak sebagaimana letak letaknya didalam bahasa.
ﻓﻌﻠﻰ ﻫﺬا ﺗﺄﻭﻟﻮا ﻫﺬا اﻟﺤﺪﻳﺚ ﺗﺄﻭﻳﻠﻴﻦ
atas hal ini mereka mentakwil hadits ini dengan dua takwil
ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ ﺗﺄﻭﻳﻞ ﻣﺎﻟﻚ ﺑﻦ ﺃﻧﺲ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﻣﻌﻨﺎﻩ ﺗﻨﺰﻝ ﺭﺣﻤﺘﻪ ﻭﺃﻣﺮﻩ ﻭﻣﻼﺋﻜﺘﻪ
yg pertama takwil imam malik bin annas dan selainnya, maknanya turun rahmatnya, dan perintahnya dan para malaikatnya
ﻛﻤﺎ ﻳﻘﺎﻝ ﻓﻌﻞ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﻛﺬا ﺇﺫا ﻓﻌﻠﻪ ﺃﺗﺒﺎﻋﻪ ﺑﺄﻣﺮﻩ
sebagaimana dikatakan seorang sulthan telah berbuat sesuatu, apabila telah mengerjakannya pengikutnya dengan perintahnya.
ﻭاﻟﺜﺎﻧﻲ ﺃﻧﻪ ﻋﻠﻰ اﻻﺳﺘﻌﺎﺭﺓ ﻭﻣﻌﻨﺎﻩ اﻹﻗﺒﺎﻝ ﻋﻠﻰ اﻟﺪاﻋﻴﻦ ﺑﺎﻹﺟﺎﺑﺔ ﻭاﻟﻠﻄﻒ ﻭاﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ
dan yg kedua berdasarkan isti'aroh, dan maknanya adalah mendatangi orang orang yg berdoa dengan menjawab doa dan kelembutan. wallahu a'lam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar