Ulama salaf Ibnu Jarir pun heran sama mereka yang mengingkari takwil istawa. Imam Ibnu Jarir berkata :
ﻭاﻟﻌﺠﺐ ﻣﻤﻦ ﺃﻧﻜﺮ اﻟﻤﻌﻨﻰ اﻟﻤﻔﻬﻮﻡ ﻣﻦ ﻛﻼﻡ اﻟﻌﺮﺏ ﻓﻲ ﺗﺄﻭﻳﻞ ﻗﻮﻝ اﻟﻠﻪ:"ﺛﻢ اﺳﺘﻮﻯ ﺇﻟﻰ اﻟﺴﻤﺎء"، اﻟﺬﻱ ﻫﻮ ﺑﻤﻌﻨﻰ اﻟﻌﻠﻮ ﻭاﻻﺭﺗﻔﺎﻉ، ﻫﺮﺑﺎ ﻋﻨﺪ ﻧﻔﺴﻪ
Dan yg mengherankan adalah dari orang yang mengingkari makna yg dipahami didalam sastra arab di dalam TAKWIL firman Allah : tsumma istawa ilaa as sama-i, yg mana yg demikian adalah dengan makna tinggi dan terangkat karena jiwanya berusaha untuk menghindar.
* Kemudian Ibnu jarir menjelaskan :
فقل علا عليها علو ملك و سلطان
lalu katakanlah, tinggi yg dimaksud adalah tinggi kekuasaan dan sulthan (merajai).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar