Minggu, 23 April 2017

KAJIAN KITAB AL ASMA WA SIFAT. AL IMAM AL BAIHAQIY.

al mujassim mengatakan bahwa abu hanifah berakidah sama dengan mereka, meyakini allah ada di atas, krn perkataannya yg menetapkan : Allah di atas langit.
Betul, abu hanifah menetapkan sifat "di atas", tapi maksudnya bukan di arah atas, atau menetap di atas, tetapi dengan makna : allahu a'lam bi murodi hi
(allah yg tau dengan maksudnya), tidak memaknai atau tidak menafsirkan atau dinamakan mentafwidh.
sebagaimana penjelasan al baihaqi :
ﻗﻠﺖ: ﻟﻘﺪ ﺃﺻﺎﺏ ﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻓﻴﻤﺎ ﻧﻔﻰ ﻋﻦ اﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻣﻦ اﻟﻜﻮﻥ ﻓﻲ اﻷﺭﺽ ﻭﻓﻴﻤﺎ ﺫﻛﺮ ﻣﻦ ﺗﺄﻭﻳﻞ اﻵﻳﺔ
aku al baihaqi berkata : Sungguh telah benar abu hanifah ra di dalam perkara menafikan  allah azza wa jalla dari keberadaannya di bumi dan di dalam perkara yg telah dituturkan dari takwil ayat.
ﻭﺗﺒﻊ ﻣﻄﻠﻖ اﻟﺴﻤﻊ ﻓﻲ ﻗﻮﻟﻪ: ﺇﻥ اﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻓﻲ اﻟﺴﻤﺎء ﻭﻣﺮاﺩﻩ ﻣﻦ ذلك ﻭاﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ،
dan beliau mengikuti kemutlakkan pendengaran didalam perkataannya: sesungguhnya allah 'azza wa jalla di atas langit. Dan yg dimaksud dari yg demikian itu ALLAHU A'LAM.

*maksud dari mengikuti kemutlakan pendengaran adalah berkata kata sebagaimana yg di dengar dari khabar yg sohih.

ﺇﻥ ﺻﺤﺖ اﻟﺤﻜﺎﻳﺔ ﻋﻨﻪ ﻣﺎ ﺫﻛﺮﻧﺎ ﻓﻲ ﻣﻌﻨﻰ ﻗﻮﻟﻪ: {ﺃﺃﻣﻨﺘﻢ ﻣﻦ ﻓﻲ اﻟﺴﻤﺎء}
[ اﻟﻤﻠﻚ: 16]
jika telah sohih hikayat darinya perkara yg telah kami tuturkan di dalam makna firman Allah ta'ala : Apakah kamu merasa aman dgn zat yg diatas langit.
ﻭﻗﺪ ﺭﻭﻯ ﻋﻨﻪ ﺃﺑﻮ ﻋﺼﻤﺔ ﺃﻧﻪ ﺫﻛﺮ ﻣﺬﻫﺐ ﺃﻫﻞ اﻟﺴﻨﺔ،
Abu 'ashamah telah meriwayatkan dari abu hanifah, sesungguhnya ia telah menuturkan mazhab ahlussunnah.
ﻭﺫﻛﺮ ﻓﻲ ﺟﻤﻠﺔ ﺫﻟﻚ: ﻭﺇﻧﺎ ﻻ ﻧﺘﻜﻠﻢ ﻓﻲ اﻟﻠﻪ ﺑﺸﻲء،
dan telah menuturkan secara keseluruhan dari yg demikian itu : "dan sesungguhnya kami tidak berkata kata tentang allah dengan sesuatu."

*maksudnya tidak berkata kata dengan sesuatu selain apa yg dikatakan oleh al quran dan sunnah, termasuk didlmnya tdk menjelaskan makna yg dimksud.

 ﻭﻫﻮ ﻧﻈﻴﺮ ﻣﺎ ﺭﻭﻳﻨﺎ ﻋﻦ ﺳﻔﻴﺎﻥ ﺑﻦ ﻋﻴﻴﻨﺔ ﻓﻴﻤﺎ ﺃﺧﺒﺮﻧﺎ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﺑﻦ اﻟﺤﺎﺭﺙ، ﺃﻧﺎ ﺃﺑﻮ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺣﻴﺎﻥ، ﺛﻨﺎ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻳﻌﻘﻮﺏ، ﺛﻨﺎ ﺃﺑﻮ ﺣﺎﺗﻢ، ﺛﻨﺎ ﺇﺳﺤﺎﻕ ﺑﻦ ﻣﻮﺳﻰ، ﻗﺎﻝ: ﺳﻤﻌﺖ اﺑﻦ ﻋﻴﻴﻨﺔ، ﻳﻘﻮﻝ:
dan yg demikian adalah yg melihat perkara yg telah dikabarkan kepada kami dari sufyan bin 'uyainah...ia berkata :
- ﻭﺻﻒ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺑﻪ ﻧﻔﺴﻪ
Allah telah mensifati zat Nya dengannya.
ﻓﺘﻔﺴﻴﺮﻩ ﻗﺮاءﺗﻪ،
maka tafsirnya adalah membacanya.
 ﻟﻴﺲ ﻷﺣﺪ ﺃﻥ ﻳﻔﺴﺮﻩ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ ﺗﺒﺎﺭﻙ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ، ﺃﻭ ﺭﺳﻠﻪ ﺻﻠﻮاﺕ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻬﻢ
tidak boleh bagi seorang pun menafsirkan nya kecuali Allah ta'ala atau rasul-rasul Nya sholawatullah alaihim.

* maksud dari tafsir di dalam kalimah : tafsir al quran adalah menjelaskan makna maknanya (lihat kamus al ma'aniy), jd jika dikatakan tidak boleh menafsirkannya artinya adalah tidak boleh menjelaskan makna nya.

Dari penjelasan al baihaqi tsb jadi jelas bahwa ulama salaf tidak ada yg meyakini allah ada di atas.
ulama salaf hanya memutlakkan khabar, yaitu berkata kata sebagaimana yg dikatakan khabar, disertai mentafwidh maknanya.
hanya saja kaum mujassimah membuat terjemahan yg menyesatkan dari perkataan salaf yg dia nukil, tanpa menukil penjelasan ulama yg dekat dengan zaman salaf seperti al baihaqi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar